Memahami Bahaya Seringya Ganti Template Website

Memahami Bahaya Seringya Ganti Template Website – ada istilah Penampilan adalah segalanya, hal tersebut tidak saja berlaku terhadap penampilan kita tetapi sepertinya juga berlaku terhadap website. Penampilan yang modis dan elegan dengan sentuhan yang stylis atau (style saya jadi bingung) dan modern memberikan suatu pemandangan yang terkesan “Wah” dan “Glamour”. Sering kali orang menilai orang lain atau seseorang diluar dirinya dengan penampilannya. Itu tidak bisa dipungkiri bahwa benar adanya, suatu hukum timbale balik berperan didalamnya.
Memahami+Bahaya+Seringya+Ganti+Template+Website
Memahami Bahaya Ganti Template

Ngomong-ngomong soal hukum saya jadi teringat akan artikel saya yang membahas tentang hukum. Ada 2 artikel saya yang berkaitan dengan hukum atau “Law”. Jika anda sudi, silahkan lihat tulisan sederhana saya dalam sebuah Judul Pengertian Bantuan Hukum dan Penyedia Jasa Bantuan Hukum

Namun, pokok pembahasan kita kali ini bukan terletak pada penampilan manusia, namun lebih ditekankan kepada penampilan sebuah website. Secara pribadi penampilan saya tidak lah seperti Tom Cruise atau Sahrukh Khan, saya hanyalah seorang blogger biasa yang punya mata dan hati.

Ada beberapa kecenderungan seorang blogger terlalu sering mengganti Template Blog atau Website mereka yaitu “Merasa Tidak Puas” atau juga mungkin dikarenakan keinginan untuk memaksimalkan template website agar responsive dan bisa diakses dari berbagai device atau perangkat. 

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, juga banyaknya device yang bermunculan memaksa kita untuk bisa beradaptasi dengan teknologi tersebut. Beberapa System Operasi berkembang mulai dari OS Android, iOS sampai Windows Phone yang terus meng- Update platformnya.

Baca : Cara Edit HTML Versi Seluler untuk dapat memaksimalkan tampilan seluler website anda.

Kembali pada topic utama yaitu Bahaya Seringnya Ganti Template Website. Setelah saya cermati dari berbagai pengalaman, mengganti sebuah tampilan website memang sangat mudah dilakukan. Namun permasalahannya adalah Apa yang harus dilakukan saat akan mengganti Template Website?

Diantara beberapa bahaya yang saya ketahui, meskipun hal tersebut tidaklah berbahaya, namun menyita waktu kita untuk kembali mengoptimalkan SEO Website kita yaitu:
  1. Hilangnya Code Verifikasi seperti Google Analystic, Webmaster, Yandex dan Alexa
  2. Hilangnya Meta Tag, Meta Descriptions dan OpenID (Bagi anda yang menggunakan OpenID)
Diantara 2 bahaya yang saya sebutkan diatas, sebenarnya ada bahaya lain yang menyertainya, yaitu Membingungkan Mesin Pencari atau Search Engine dalam meng – Indeks artikel kita. Cara yang paling tepat adalah Back Up Template Website anda terlebih dahulu. Cara yang sederhana namun memiliki manfaat luar biasa.

Akhirul kalam saya ucapkan terima kasih, semoga artikel saya tentang Memahami Bahaya Seringya Ganti Template Website ini bermanfaat bagi kita semua. Salam hangat selalu untuk para blogger, bantu saya memaksimalkan website heddysblog.com agar bisa memberikan manfaat bagi kita semua, mendidik dan menghibur anda.. hehe…

Asumsi Kreativitas

Dalam bahasan terdahulu telah dijelaskan beberapa hal penting yang menjadi pokok dari pembahasan kita tentang Kreativitas. saya menyarankan anda membaca artikel saya terdahulu yaitu : Pengertian Kreativitas dan Proses Kreativitas maka kali ini kita membahas asumsi-asumsi kreativitas


Berdasarkan beberapa hasil studi dan beberapa teori, ada enam asumsi dalam kreativitas, yaitu:
  1. Setiap orang memiliki kemampuan kreatif dengan tingkat yang berbeda-beda, dan yang diperlukan adalah bagaimana mengembangkan kreativitas tersebut
  2. Kreativitas dinyatakan dalam bentuk produk-produk kreatif baik berupa benda maupun ide/gagasan (creative ideas)
  3. Aktualisasi kreativitas merupakan hasil dari proses interaksi antara faktor-faktor psikologis (internal) dengan lingkungan (eksternal). Pada setiap orang, peran masing-masing faktor tersebut berbeda-beda
  4. Dalam diri seseorang dan lingkungannya terdapat faktor-faktor yang dapat menunjang atau justru menghambat perkembangan kreativitas
  5. Kreativitas seseorang tidak berlangsung dalam kevakuman, melainkan didahului oleh, dan merupakan pengembangan dan hasil-hasil kreativitas seseorang dalam menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hasil-hasil yang telah ada sehingga melahirkan sesuatu yang baru
  6. Karya kreatif tidak lahir hanya kebetulan, melainkan melalui serangkaian proses kreatif yang menuntut kecakapan, keterampilan, dan motivasi yang kuat. 
Demikian artikel tentang Asumsi Kreativitas ini saya sajikan. semoga bermanfaat. see you

Proses Kreativitas

Proses kreativitas merupakan konseptualisasi dinamis yang merujuk pada potensi perubahan tindakan atau produk orisinal yang berguna bagi individu maupun masyarakat. Seperti halnya pribadi dan pendorong, proses kreativitas juga terdapat pada setiap individu. Proses kreativitas dipengaruhi oleh kognitif, motivasi, kepribadian, sejarah/ekologi, dan kesempatan (Dacey, Lennon, 1998). 

Seluruh proses kreativitas dimulai dari menemukan masalah sampai menemukan hasilnya. Proses kreatif terjadi melalui empat tahap. Tahap-tahap tersebut meliputi:
  1. Persiapan, Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berfikir, mencari jawaban, dan bertanya kepada orang lain. Pada tahap ini terjadi pula proses identifikasi masalah, paradoks, atau fokus perhatian. Pertanyaan yang muncul dapat bersifat ilmiah dan artistik. Munculnya pertanyaan maupun adanya suatu fokus perhatian dipicu oleh informasi yang masuk dalam otak yang disebut dengan penerimaan informasi verbal (logogens) dan sistem penerimaan figural (imagen). Setelah diterima oleh sistem sensoris, informasi non verbal diolah oleh imagen yang pada akhirnya memicu timbulnya mental image
  2. Inkubasi, Pada tahap ini, kegiatan mencari dan menghimpun data atau informasi tidak dilanjutkan. Jadi pada tahap inkubasi ini, seseorang seakan-akan melepasakan drii untuk sementara dari masalah tersebut. Dalam artian bahwa seseorang tidak memikirkan masalahnya secara sadar melainkan menyimpannya dalam alam pra sadar. Sebagaimana terlihat dari analisis biografi maupun dari laporan tokoh ilmuwan dan seniman, tahap ini penting artinya dalam proses timbulnya inspirasi yang merupakan titik mula dari suatu penemuan atau kreasi baru yang berasal dari alam pra sadar dalam keadaan ketidaksadaran penuh.
  3. Iluminasi, Pada tahap ketiga ini, disebut sebagai tahap munculnya ”insight”. Maksudnya, dari insight adalah timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-proses psikologisnya yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi tersebut. Bagi para pencipta atau creator, tahap ini adalah tahap yang paling menyenangkan dan mengejutkan.
  4. Verifikasi, Tahap terakhir ini, adalah tahap dimana ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Pada tahap ini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan kata lain, proses divergen atau pemikiran kreatif harus diikuti dengan proses konvergen atau pemikiran teknis.
Proses kreatif yang berlangsung dalam diri seseorang akhirnya akan membuahkan suatu produk kreatif. Penilaian tentang kreatifitas tentang kreativitas seringkali didasarkan pada produk kreatif. Terdapat dua kriteria untuk menilai kreativitas, yaitu:
  • concurrent criteria adalah penilaian berdasarkan pada produk kreatif yang dihasilkan seseorang selama hidupnya atau dibatasi ketika ia berhasil menyelesaikan karya kreativitasnya;
  • content criteria, adalah penilaian berdasarkan pada konsep atau definisi kreativitas ( Baca juga : Pengertian Kreativitas) yang dijabarkan ke dalam indikator-indikator perilaku.

Pribadi kreatif dipandang sebagai pribadi yang pernah mengalami kondisi traumatis, yang dihadapi dengan kemungkinan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovasi dari trauma.

Tindakan kreatif ini, menstranformasikan keadaan psikis yang tidak sehat menjadi sehat (Teori Psikoanalisis). Kreativitas atau kemampuan kreatif merupakan ciri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan. Proses kreatif dari mekanisme pertahanan diri, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau tidak dapat diterima. Hal ini terjadi oleh karena adanya mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif seseorang yang didorong oleh mekanisme ”sublimasi” sebagai penyebab utamanya. Orang yang didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual secara langsung. Pada usia empat tahun timbul hasrat fisik anak terhadap orangtua dari jenis kelamin yang berbeda. Akan tetapi hal itu tidak dapat terpenuhi, maka timbullah sublimasi dan awal dari imajinasi.

Berbeda dengan teori yang dijelaskan di atas, teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori ini didukung oleh Maslow, dimana manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan hierarki tertentu, dari kebutuhan dasar sampai kebutuhan tertinggi. Kebutuhan tingkat tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila bebas dari neourisis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka dapat mencapai ”peak experience”, saat mendapat kilasan ilham yang menumbuhkan kegembiraan dan rasa syukur karena hidup.
Ada tiga hal penting kondisi internal dari pribadi kreatif adalah :
  • keterbukaan terhadap pengalaman;
  • kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang; dan
  • kemampuan untuk bereksperimen untuk bermain-main dengan konsep-konsep.

Demikian Artikel tentang Proses Kreativitas ini saya sajikan untuk anda, see you later